Minggu, 11 Desember 2011

Lembar pendahuluan persalinan normal


    

A. PENGERTIAN
1.      Persalinan normal adalah bila bayi lahir dengan presentasi belakang kepala tanpa memakai alat-alat atau pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi, berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam (prawirohardjo, sarwono. 2007. Ilmu kebidanan. jakarta)
2.      Persalinan ialah proses mendorong janin dan plasenta keluar dari uerus oleh kontraksi-kontraksi miometrium yang terkoordinasi (derek,llewellyn, jones. 2002. Dasar-dasar obstetri dan ginekologi. jakarta)
3.      Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu dan terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (APN. 2008)
4.      Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir dengan bantuan atau tanpa bantuan (manuaba. 1998)

B.     SEBAB-SEBAB MULAINYA PERSALINAN
1.      Teori penurunan hormon
1-2 minggu sebelum partus dimulai, terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Penurunan kadar progesteron menyebabkan otot rahim mulai berkontraksi.
2.      Teori plasenta menjadi tua
Menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron yang menyebabkan kontraksi rahim
3.      Teori distensi rahim
Rahim yang menjadi besar dan meregang menyebabkan iskemia otot-otot rahim, sehingga mengganggu sirkulasi utero-placenter
4.      Teori iritasi mekanik
Di belakang servik terdapat ganglion servikale (fleksus frankenhauser), bila ganglion ini digeser dan ditekan, akan timbul kontraksi rahim
5.      Induksi partus, partus dapat pula ditimbulkan dengan jalan:
a.       Gagang laminaria         : beberapa laminaria dimasukan ke dalam kanalis servikalis                                                     untuk merangsang fleksus frankenhauser
b.      Amniotomi                  : pemecahan selaput ketuban
c.       Penyuntikan oksitosin
C.     FAKTOR-FAKTOR PENTING DALAM PERSALINAN
1.      Kekuatan yang mendorong janin keluar (power)
a.       His (kontraksi rahim)
b.      Kontraksi otot dinding perut
c.       Kontraksi diafragma pelvis (kekuatan mengejan)
d.      Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum
2.      Jalan lahir (Passage)
a.       Ukuran dan tipe panggul
b.      Kemampuan servik untuk membuka
3.      Janin (Passanger)
a.       Letak janin
b.      Posisi janin
c.       Presentasi janin
d.      Letak plasenta

D.     TANDA-TANDA PERSALINAN
1.      Tanda persalinan sudah dekat
a.       Terjadi lightening, kepala turun memasuki pintu atas panggul
Lightening disebabkan oleh:
-          Kontraksi braxton hicks
-          Ketegangan dinding perut
-          Ketegangan ligamentum rotundum
-          Gaya berat janin
b.      Perut kelihatan lebih melebar dan fundus uteri turun
c.       Sering miksi
d.      Sakit pinggang dan perut
e.       Terjadinya his permulaan (his palsu)
-          Rasa nyeri ringan di bawah
-          Datangnya tidak teratur
-          Tidak ada perubahan pada servik
-          Durasinya pendek
-          Tidak bertambah bila beraktivitas
2.      Tanda persalinan inpartu
a.       Terjadinya his persalinan
-          Pinggang terasa sakit yang menjalar ke depan
-          Sifat sakitnya teratur, interval makin pendek dan kekuatannya makin besar
-          Berpengaruh terhadap pembukaan servik
-          Dengan beraktivitas kekuatan makin bertambah
b.      Pengeluaran lendir bercampur darah
c.       Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya
d.      Hasil pemeriksaan dalam menunjukkan terjadinya perlunakan, pendataran dan pembukaan servik.

E.      MEKANISME PERSALINAN
Proses persalinan terdiri atas 4 fase/kala:
Kala I              : waktu mulai servik membuka sampai pembukaan lengkap 10 cm.
Kala II             : waktu pengeluaran janin
Kala III            : waktu pelepasan dan pengeluaran plasenta
Kala IV            : waktu sampai 2 jam setelah plasenta lahir

1.      Kala I ( kala pembukaan)
Permulaan persalinan ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah karena servik mulai mendatar dan membuka. Lamanya kala I pada primigravida berlangsung selama 12 jam, sedangkan multigravida sekitar 8 jam. Berdasarkan kurva friedman diperhitungkan pembukaan primigravida 1 cm/jam dan multigravida 2 cm/jam.

Kala pembukaan dibagi atas 2 fase :
a.  Fase laten         : pembukaan servik berlangsung lambat, pembukaan                                      kurang dari 4 cm, berlangsung tidak lebih dari 8 jam.
b.      Fase aktif         : berlangsung selama 6 jam, yang dibagi atas 3 subfase:
-          Periode akselerasi              : pembukaan menjadi 4 cm selama 2 jam
-          Periode dilatasi maksimal  : dalam waktu 2 jam pembukaan menjadi 9 cm
-    Periode deselerasi      : pembukaan berlangsung lambat dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm mencapai lengkap 10 cm

2.      Kala II (kala pengeluaran)
Menurut mochtar (1994), pada kala pengeluaran janin, his terkoordinir kuat, cepat, interval 2-3 menit dengan durasi 50-100 detik
Tanda dan gejala kala II     :
a.       Dorongan ibu untuk meneran
b.      Tekanan pada anus
c.       Perinium menonjol
d.      Vulva membuka
Pada akhir kala I, ketuban akan pecah disertai pengeluaran cairan mendadak, kepala janin turun, mesuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot dasar panggul yang akan menimbulkan keinginan untuk mengejan oleh karena tertekannya fleksus frankenhauser, ibu merasa seperti ingin BAB karena adanya tekanan pada rektum.
Kedua kekuatan, yaitu his dan mengejan akan mendorong kepala bayi, ketika bagian terdepan kepala bayi berada pada tingkat spina ischiadika akan terjadi, kepala akan membuka pintu, vulva membuka dan perinium meregang. Sub oksiput bertindak sebagai hipomoglion dan berturut-turut lahirlah ubun-ubun besar, dahi hidung, muka dan kepala seluruhnya. Kemudian diikuti putar paksi luar untuk menyesuaikan kepala pada punggung.
Setelah putar paksi luar berlangsung, persalinan bayi ditolong dengan cara           :
1)      Kepala dipegang pada os oksiput dan dibawah dagu ditarik curan ke bawah untuk melahirkan bahu depan, kemudian ditarik curam ke atas untuk melahirkan bahu belakang.
2)      Setelah kedua bahu lahir, kemudian lahirkan sisa badan bayi.
3)      Bayi lahir diikuti sisa air ketuban. Lama kala II untuk primigravida 50 menit dan multigravida 30 menit.

3.      Kala III (pelepasan uri)
Setelah bayi lahir, kontraksi uterus berhenti 5- 10 menit. Kala III berlangsung 5-30 menit, pengeluaran plasenta disertai pengeluaran darah kira-kira 100-200 cc
Lepasnya plasenta secara schultze yang biasanya tidak ada perdarahan sebelum plasenta lahir dan banyak mengeluarkan darah setelah plasenta lahir. Sedangkan pengeluaran plasenta cara duncan yaitu plasenta lepas dari pinggir biasanya darah keluar antara selaput ketuban.
Tanda-tanda lepasnya plasenta      :
a.       Uterus menjadi bundar
b.      Fundus uteri meninggi
c.       Tali pusat bertambah panjang
d.      Semburan darah mendadak dan singkat


Untuk mengetahui apakah plasenta telah lepas dari tempat implantasinya dilakukan beberapa perasat antara lain            :
1)      Perasat kustner
Tali pusat dikencangkan dengan tangan kanan, tangan kiri ditekankan di atas simpisis bila tali pusat masuk kembali berarti plasenta belum lepas
2)      Perasat strassman
Tali pusat dikencangkan dengan tangan kanan, tangan kiri mengetok-ketok fundus uteri. Bila terasa getaran pada tali pusat berarti plasenta belum lepas.
3)      Perasat klein
Praturien disuruh mengedan, tali pusat tampak turub ke bawah. Bila pengedanan dihentikan dan tali pusat masuk kembali berarti plasenta belum lepas.

Manajemen aktif kala III  :
-          Pemberian oksitosin 10 unit IM selambat-lambatnya dalam waktu 2 menit setelah bayi lahir
-          Lakukan peregangan tali pusat terkendali sambil menahan uterus ke arah dorso kranial
-          Segera lakukan massase uterus setelah plasenta lahir

4.      Kala IV (observasi)
Kala IV dimaksudkan untuk observasi pendarahan postpartum. Paling sering terjadi pendarahan pada 2 jam pertama, yang perlu di observasi adalah    :
a.       Tingkat kesadaran
b.      Tanda-tanda vital
c.       Kontraksi uterus
d.      Terjadinya perdarahan, perdarahan dikatakan normal jika jumlahnya tidak lebih dari 500 ml.

0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates